Banner Atas

Pengamen atau Pemalak?

Bagikan Berita:

Pengamen, jelas berbeda dengan pemalak. Pengamen adalah penghibur. Sedangkan pemalak, malah yang bikin resah masyarakat. Di Purwakarta, sulit membedakan mana pengamen mana pemalak.

Warga Purwakarta terhibur dengan aksi pengamen yang atraktif dengan lantunan lagu yang enak didengar. Ada harmoni antara suara musik pengiring dengan vokal yang  dilantunkannya. Tak rugi kita merogoh kocek untuk membayar ‘jasanya’ itu.

Sayangnya, citra pengamen Purwakarta dikotori oleh segelintir pemuda yang tampak seperti pengamen. Padahal, dia beraksi tak ubahnya seperti pemalak. Mereka memang menenteng gitar. Tapi suaranya terdengar sumbang. Petikan gitarnya pun asal-asalan.

Yang bikin geram masyarakat, mereka meminta uang dengan cara setengah memaksa. Meski sambil ngedumel, warga yang dimintai uang akhirnya merogoh kocek juga. Ya, daripada urusannya jadi runyam, lebih baik perkara beres dengan menyodorkan seribu atau duaribu rupiah.

Aksi para pemalak yang membungkus diri sebagai pengamen ini, lama-kelamaan tercium juga oleh Pemkab Purwakarta. Memang, jika dibiarkan, aksi mereka bisa berimplikasi terhadap nilai minus pariwisata Purwakarta.        

Di satu sisi, Purwakarta sedang getol mempromosikan destinasi wisata untuk mendatangkan publik dari luar Purwakarta. Di sisi lain, pemalak yang nyaru jadi pengamen berseliweran.

Mafhum akan hal itu, Pemkab Purwakarta melalui Satpol PP mulai menjalankan aksi. Mereka merazia para pengamen jadi-jadian ini. “Kami akan terus melakukan patroli dan merazia para pengamen yang meminta uang dengan cara memaksa,” tandas Kasi Operasi Penindakan Ketertiban Umum Satpol PP Purwakarta, Teguh Juarsa, Jumat (13/7).

Dia mengaku instansinya sudah mendapat banyak laporan dari masyarakat atas aksi yang meresahkan ini. "Kami harus merespons keluhan masyarakat untuk menciptakan rasa nyaman di Purwakarta,” imbuhnya.

Lokasi yang disasar, adalah tempat-tempat yang menjadi pusat keramaian. Di antaranya di sekitar Pasar Jumat, areal Situ Buleud, Wisata Kuliner Tjeplak, dan Perempatan Sadang.

“Kami menengarai di tempat-tempat itu para pengamen yang memalak berada,” ujar Teguh. 

Dalam menjalankan aksinya, Satpol PP berkoordinasi dengan Dinsos Purwakarta. Koordinasi juga dilakukannya dengan Paguyuban Pengamen Purwakarta. 

Dia mengimbau kepada masyarakat agar tak ragu melapor jika mengalami hal tak mengenakkan saat menghadapi pengamen gadungan. “Laporkan saja. Biar kami yang menindak,” imbuh dia.(dik/bes)

 

Tentang Purwasuka News

Purwasuka News adalah media informasi terkini dan terupdate Purwasuka yang akurat dan berimbang, menghadirkan informasi seputar Purwasuka, Jabar, Politik, Hukum, Kuliner, Ekbis, Sosok, Hobi, Feature, Opini, Gaya Hidup, Foto, dan lainnya.

Email: purwasukanewscom@yahoo.co.id
Redaksi: Kompleks Asabri C 7 No.3 Bunder, Jatiluhur Purwakarta - Jawa Barat

Facebook

Twitter

PurwasukaNews.com
Soal Krisis Air, Politikus Golkar: ‘Sebagai Pimpinan Dewan, Seharusnya Neng Berteriak’ https://t.co/qWu6k07XkA
Follow PurwasukaNews.com on Twitter