Pembongkaran Keramba Jaring Apung Hanya Akal-akalan PJT II?

Bagikan Berita:

PURWAKARTA, purwasukanews – Paguyuban Pembudidaya Ikan Keramba Jaring Apung (KJA) Jatiluhur, menolak tudingan yang menyatakan KJA jadi penyebab menurunnya kualitas air di perairan tersebut.

Ketua Paguyuban KJA Yana Setiawan mengatakan, penertiban ini merupakan bentuk pendzoliman terhadap para pembudidaya. "Kalau PJT II dan pemerintah 'keukeuh' mau menertibkan KJA, kami akan bertahan," ujar Yana, Selasa (8/5).

Yana menjelaskan, rencana penertiban menimbulkan keresahan di kalangan pembududaya. Karena jika KJA ditertibkan, maka masyarakat di sekitar akan kehilangan mata pencaharian.

Yana menduga upaya menghilangkan KJA hanya akal-akalan PJT II dan pemerintah setempat. Pasalnya, beberapa waktu lalu perwakilan pembudidaya sempat melakukan audiensi dengan Komisi IV DPR-RI serta Dirjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Bidang Budidaya. 

"Di pusat, baik dari pihak DPR-RI maupun di KKP itu tidak ada istilah KJA dihilangkan (zero). Malah, saran dari pusat kita tetap budidaya. Untyuk itu, kami tak akan tinggal diam. Bila perlu, akan juga menempuh jalur hokum,” papar Yana.

Dia melanjutkan, alas an PJT II bahwa KJA menjadi penyebab pencemaran, sangat tidak berdasar. “Harus ada penelitian secara transparan," imbuh dia. 

Dia berpendapat, kalau pun pencemaran air dihasilkan dari sisa pakan ikan, itu tidak terlalu signifikan. Justru, dia mensinyalir penurunan kualitas air ini akibat banyak pabrik yang membuang limbahnya ke aliran sungai Citarum. 

Sementara itu, pihak PJT II berpendapat,   KJA menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas air. Itu menjadi alasan perusahaan BUMN ini untuk melakukan langkah strategis. Salah satunya, dengan mengosongkan KJA yang masih ada di perairan tersebut. 

Dirut PJT II Jatiluhur, Djoko Saputro menegaskan, penertiban KJA sangat mendesak. Mengingat, pencemaran air yang dihasilkan dari limbah budidaya ikan ini sudah sangat memprihatinkan.

Bahkan, sambung dia, banyaknya KJA ini bukan hanya dapat merusak ekosistem air di danau Jatiluhur. Tapi, berdampak luas terhadap sektor lain yang berkaitan erat dengan bendungan.

"Bukan hanya kualitas air saja yang menurun. Yang kami khawatirkan, justru kondisi ini menyebabkan kerusakan pada konstruksi bendungan dan turbin," tegas dia. 

Jajarannya menargetkan di 2018 ini perairan Jatiluhur bisa kosong dari keberadaan KJA. Apalagi, sudah ada warning dari pemerintah pusat supaya kualitas air di sepanjang Citarum khususnya di Jatiluhur bisa dikembalikan seperti semula.(am/bes)

 

 

Tentang Purwasuka News

Purwasuka News adalah media informasi terkini dan terupdate Purwasuka yang akurat dan berimbang, menghadirkan informasi seputar Purwasuka, Jabar, Politik, Hukum, Kuliner, Ekbis, Sosok, Hobi, Feature, Opini, Gaya Hidup, Foto, dan lainnya.

Email: purwasukanewscom@yahoo.co.id
Redaksi: Kompleks Asabri C 7 No.3 Bunder, Jatiluhur Purwakarta - Jawa Barat

Facebook

Twitter

PurwasukaNews.com
Dinkes: “Virus Singapura di Gandasari Bukan Kejadian Luar Biasa” https://t.co/yEx4fbjfXF
PurwasukaNews.com
Butuh Biaya Operasi Rp 1,4 Miliar, Permata Galang Dana untuk Azahra https://t.co/FFjUGXzMLh
Follow PurwasukaNews.com on Twitter