Banner Atas

Catatan Rabu: Zalu Unjuk Rasa, A2 Menang

Bagikan Berita:

Sepanjang Rabu (4/7), Purwakarta hiruk pikuk. Dua tempat yang menjadi konsentrasi massa, adalah kantor KPU dan Panwaslu. Di kantor Panwaslu, massa Zalu berunjuk rasa memprotes dugaan kecurangan Pilkada. Di Kantor KPUD, digelar rapat pleno yang menyatakan pasangan A2 menang.

MASSA simpatisan dan pendukung pasangan calon (paslon) Zaenal Arifin-Luthfi Bamala (Zalu) tumpah ruah ke jalan. Dengan berbagai atribut dan yel-yel, mereka mendatangi kantor Panwaslu di Jalan Basuki Rahmat, Sindangkasih, sekitar pukul 8.00.

Sepanjang Sindang Kasih, terlihat pemandangan: ada takbir, kepalan tangan, ratusan poster, dan, dan sejumlah petugas kepolisian.

Massa Zalu memprotes adanya dugaan kecurangan yang dilakukan kubu Anne Ratna Mustika-Aming. Para pengunjuk rasa yang terdiri dari sejumlah ormas Islam dan LSM ini, mendesak Panwaslu sebagai penyelenggara Pilkada mengusut dugaan kecurangan tersebut.

Tim Zalu menilai, kecurangan tersebut berdampak terhadap terampasnya suara Zalu. Kubu ini mengklaim memenangi Pilkada Purwakarta 2018. Hitungan Zalu bersumber dari exit poll yang bekerjasama dengan salah satu media massa, dan hitungan relawan terhadap form C1.

Angka yang tercatat di kertas Zalu, berbeda dengan hasil rekapitulasi KPU sebagai lembaga yang resmi sebagai penyelenggara Pilkada. Terjadi saling klaim kemenangan beberapa hari setelah hari pemungutan suara. Beruntung, kondusifitas masih menaungi Purwakarta.

“Kami menemukan dugaan pelanggaran di sekitar Sembilan lokasi, yaitu penggelembungan suara dan pelanggaran lainnya yang terstruktur sistematis dan massif,” teriak Ketua Tim Pemenangan Zalu, KH Syah Alam Ridwan.

Tak Ada TIndak Anarkis

Bersamaan dengan aksi unjuk rasa di depan Kantor Panwaslu, di Kantor KPU Jalan Flamboyan tengah berlangsung Rapat Pleno Rekapitulasi penghitungan suara. Maka, penghuni Panwaslu tak ada di kantornya. Mereka bukan ngumpet, tapi memang sedang mengikuti rapat pleno.

Mengetahui kantornya menjadi sasaran unjuk rasa, Ketua Panwaslu Oyang ST Binos bergeming. Dia beranjak dari Jalan Flamboyan menuju Sindangkasih untuk menemui para pengunjuk rasa.

Desakan agar Panwaslu memproses dugaan kecurangan, direspons Binos. Tanpa tedeng aling-aling dan tampak percaya diri, mantan jurnalis ini menaiki mobil colt buntung yang mengangkut pengunjuk rasa.

Di atas mobil, didampingi KH Syah Alam Ridwan dan Zaenal Abidin (kakak kandung Zaenal Arifin), Binos mengucapkan sumpah di bawah Al Quran.

“Sejak awal dilantik, saya sudah disumpah. Sumpah kali ini untuk mengingatkan saya dan lebih menegaskan bahwa Panwas tetap berpegangan pada peraturan,” ujar ujar Binos.

Dia mengaku sumpah yang diucapkannya di atas mobil, di depan para pengunjuk rasa, dilakukannya secara sukarela. Dia tak merasa terintimidasi.

Dikatakan Binos, tanpa didesak pun, dia tetap akan memproses dan menangani semua dugaan pelanggaran dari semua paslon. Dan hal itu sudah dibuktikannya pada masa kampanye lalu. Panwas menerima laporan dan temuan adanya pelanggaran.  

Aksi berjalan lancar. Tak ada tindak anarkis. Massa secara berangsur-angsur membubarkan diri pukul 13.30. Sayangnya, aksi politis tersebut menyertakan anak-anak. Mereka tampak turut mengacung-acungkan poster, sembari meneriakkan beragam yel-yel.

Anne-Aming Unggul

Di Kantor KPU Jalan Flamboyan Purwakarta,  Ketua KPU Purwakarta Ramlan Maulana memimpin rapat pleno Rekapitulasi Penghitungan suara. Sesuai prosedur tetap (protap), rapat ini dikawal petugas gabungan dari TNI dan polisi. Tercatat ada 754 petugas yang berjaga di sekitar kantor lambaga tersebut.

Menjelang sore, rapat pleno rampung. Total suara dari 17 kecamatan se-Kabupaten Purwakarta, sebanyak 518.428. Dari  jumlah tersebut, sebanyak 21.062 diantaranya merupakan suara tidak sah.

Setelah jumlah suara terbagi tiga, hasilnya pasangan nomor urut 1 Padil Karsoma-Acep Aman mengantongi 87.330 suara. Pasangan nomor urut 2 Anne Ratna Mustika-Aming menggondol 218.429 suara, dan pasangan nomor urut 3 Zainal Arifin-Luthfi Bamala meraih 190.607 suara.

Ada hal yang menggembirakan. Yakni, tingkat partisipasi pemilih Purwakarta pada pesta demokrasi ini sangat tinggi. Malah melebihi target. Dalam beberapa kesempatan, Ketua KPU Ramlan Maulana menargetkan jumlah pemilih sebesar 78 persen.

Nyatanya, hasil rekapitulasi menunjukkan angka partisipasi mencapai 79.4 persen. “Ini artinya angka partisipasi pemilih melebihi target yang kami patok,” kata Ramlan.

Dia menyilakan kepada pihak-pihak yang tak merasa puas dengan hasil rapat pleno untuk melakukan gugatan ke MK. “Ini alam demokrasi,” tandasnya.

Dengan memperoleh suara terbanyak, Anne Ratna Mustika-Aming hanya selangkah lagi menuju gedung negara Pemkab Purwakarta. Sekadar mengingatkan, Anne-Aming diusung oleh enam partai politik, yakni Partai Hanura, Demokrat, PKB, PAN, Nasdem, dan Golkar.

Selain dari partai politik yang ada di parlemen, pasangan Anne-Aming juga mendapat sokongan dari Perindo dan Partai Berkarya.

Dua parpol lainnya di parlemen Purwakarta, yakni PPP dan PDIP mengusung pasangan Padil Karsoma-Acep Maman. Sedangkan Partai Gerindra mengusung Rustandie-Dikdik Sukardi. Pasangan ini tak lolos karena ada Surat Keputusan (SK) ganda dari Partai Hanura.   

Belakangan, beberapa hari sebelum pemungutan suara, Gerindra merapat ke pasangan Zaenal Arifin-Luthfi Bamala (Zalu). Zalu sendiri memilih jalur perseorangan. Selain dari Gerindra, pasangan ini mendapat sokongan dari PKS.(tiso/bes)

 

Tentang Purwasuka News

Purwasuka News adalah media informasi terkini dan terupdate Purwasuka yang akurat dan berimbang, menghadirkan informasi seputar Purwasuka, Jabar, Politik, Hukum, Kuliner, Ekbis, Sosok, Hobi, Feature, Opini, Gaya Hidup, Foto, dan lainnya.

Email: purwasukanewscom@yahoo.co.id
Redaksi: Kompleks Asabri C 7 No.3 Bunder, Jatiluhur Purwakarta - Jawa Barat

Facebook

Twitter

PurwasukaNews.com
Soal Krisis Air, Politikus Golkar: ‘Sebagai Pimpinan Dewan, Seharusnya Neng Berteriak’ https://t.co/qWu6k07XkA
Follow PurwasukaNews.com on Twitter