Banner Atas

“Mengapa KPK tidak Mampir ke Pemda?”

Bagikan Berita:

PURWAKARTA, purwasukanews – Praktisi hukum Purwakarta Riyad Abdul Manan memberi apresiasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan penggeledahan di kantor PJT II. Aksi KPK tersebut, menjadi shock therapy yang jitu dalam pencegahan korupsi.

“Itu memang tugas KPK. Lembaga pemberantas korupsi itu tak hanya harus melakukan operasi tangkap tangan (OTT),” kata Riyad, Rabu (5/12) siang.

Sebagai upaya pencegahan, kata Riyad, sebenarnya KPK bisa juga melakukan tindakan yang sama kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta.

“Mengapa KPK tidak sekalian mampir ke kantor Pemkab?  Terlebih saya dan beberapa rekan kan pernah melaporkan dugaan kasus korupsi ke KPK. Menurut saya penggeledahan itu kan perlu untuk shock therapy,” katanya.

Riyad menduga kedatangan KPK ke kantor PJT II kemarin berkaitan dengan dugaan adanya mark up di sejumlah proyek infrastruktur. Hanya saja dia tak merinci lebih jauh soal proyek-proyek tersebut.

Dia berpendapat bahwa penggeledahan tak harus dilakukan saat proses penyidikan. “Dalam proses penyelidikan pun bisa dilakukan. Jadi, dalam kasus PJT II, belum tentu ada tersangka,” ujarnya.

Apa yang diutarakan Riyad, berbeda dengan Dadang Supriyadi, praktisi hukum lainnya.   Sebelumnya, Dadang meyakini KPK sudah menetapkan tersangka di PJT II.

“Ini berdasarkan logika hukum. Penggeledahan itu dilakukan pada proses penyidikan. Ketika sudah masuk ke tahap penyidikan, itu sudah ada penetapan tersangka,” kata Dadang.(bes)

Tentang Purwasuka News

Purwasuka News adalah media informasi terkini dan terupdate Purwasuka yang akurat dan berimbang, menghadirkan informasi seputar Purwasuka, Jabar, Politik, Hukum, Kuliner, Ekbis, Sosok, Hobi, Feature, Opini, Gaya Hidup, Foto, dan lainnya.

Email: purwasukanewscom@yahoo.co.id
Redaksi: Kompleks Asabri C 7 No.3 Bunder, Jatiluhur Purwakarta - Jawa Barat

Facebook