Banner Atas

Kajari: ‘Penanganan Kasus Korupsi Setwan Jalan Terus’

Bagikan Berita:

PURWAKARTA, purwasukanews -  Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwakarta, Syahpuan memastikan, pihaknya tetap konsisten menangani kasus korupsi anggaran perjalanan dinas di DPRD.

“Kami akan menanganinya sampai tuntas,” kata Syahpuan, Selasa (24/4) siang di ruang kerjanya. Diakuinya, dalam penanganan kasus korupsi di lembaga legislatif ini, pihaknya tak ingin bertindak sembrono.

Syahpuan tak menampik jika ada sejumlah pihak yang tak sabar dengan proses penanganan kasus ini “Kami kan harus matang dalam setiap tahap yang kami lakukan,” ujarnya.

“Yang jelas, tak ada niat Kejaksaan untuk mempetieskan kasus ini. Prosesnya jalan terus,” imbuhnya. Agar penanganan kasus ini berjalan lancar, Syahpuan meminta jajarannya agar tetap fokus.

Saat proses penanganan kasus ini berjalan, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Edy Monang Samosir dipindahtugaskan ke Riau.

“Namun karena kami masih memerlukannya, saya sudah meminta kepada Kejati Riau agar Pak Edy menyelesaikan PR-nya di Purwakarta. Akhirnya, dia harus bolak-balik,” kata Syahpuan.

Sepanjang menangani kasus ini, Syahpuan mengaku ada pihak-pihak yang berupaya ‘mendekatinya’. “Tapi saya harus menghindar, agar dalam penanganannya, kami tetap obyektif,” imbuh dia.

Dari hasil pemeriksaan terhadap dokumen-dokumen setwan, Kejari memperoleh angka kerugian negara sebesar Rp 2 miliar. Beberapa waktu lalu, Kejari memeriksa sejumlah kepala desa, camat, dan unsur pimpinan beserta anggota dewan.

“Kami menemukan adanya sejumlah kegiatan (perjalanan dinas) yang tak dilaksanakan. Padahal anggaran dan kegiatannya ada,” tutur Syahpuan.

Dalam program perjalanan dinas dalam kota, kata Syahpuan, ada kepala desa yang mengaku diminta tandatangan dan stempel. Nyatanya, dewan tak melaksanakan kunjungan ke desa tersebut.

Ikhwal dua tersangka (Hasan dan Rifai) yang tak ditahan, Syahpuan menjelaskan bahwa ditahan atau tidak tak terlalu menjadi soal. Yang penting, katanya, perkara itu akhirnya sampai ke Pengadilan.

Syahpuan tak merinci kapan perkara ini mulai sampai ke ruang persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung. “Pekan ini kami akan gelar perkara terlebih dulu,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa proses persidangan kelak akan menyita waktu. Hal itu disebabkan karena saksi yang dihadirkan berjumlah lebih dari 100 orang.   

Di tempat terpisah, Wakil Ketua DPRD Purwakarta Neng Supartini meyakini Kejari akan bersikap obyektif dalam menangani perkara ini.

“Sebenarnya kan kasus ini menyangkut administrasi yang salah. Dan yang melaksanakan masalah administrasi adalah sekretariat dewan,” kata Neng.(bes)

 

Tentang Purwasuka News

Purwasuka News adalah media informasi terkini dan terupdate Purwasuka yang akurat dan berimbang, menghadirkan informasi seputar Purwasuka, Jabar, Politik, Hukum, Kuliner, Ekbis, Sosok, Hobi, Feature, Opini, Gaya Hidup, Foto, dan lainnya.

Email: purwasukanewscom@yahoo.co.id
Redaksi: Kompleks Asabri C 7 No.3 Bunder, Jatiluhur Purwakarta - Jawa Barat

Facebook

Twitter

PurwasukaNews.com
Soal Krisis Air, Politikus Golkar: ‘Sebagai Pimpinan Dewan, Seharusnya Neng Berteriak’ https://t.co/qWu6k07XkA
Follow PurwasukaNews.com on Twitter