Budi Sopani Muplih: Politik Tak Selalu Identik dengan Stigma

Bagikan Berita:

BANYAK orang yang alergi terhadap politik. Bagi sebagian orang, politik itu kotor. Pelakunya kerap menghalalkan segala cara untuk mencapai kekuasaan. Jika berbuat menyimpang dari kaidah, selalu mencari pembenaran dengan mengatakan, “politik memang jahat”.

Budi Sopani Muplih tak bisa menampik adagium yang memang kadung tertanam dalam di setiap benak masyarakat itu. Sebagai politikus, adalah tugas Budi untuk memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa politik tak selalu identik dengan stigma.

Berlatar belakang pendidikan agama sejak tingkat sekolah lanjutan pertama, toh Budi tetap memilih menjadi politikus. Dia kini dipercaya menjadi Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Purwakarta.

Dia terjun ke dunia politik, justru ingin memberikan kontribusi bagi kemaslahatan umat. Dengan berpolitik kita mampu menelurkan kebijakan.

“Saya pikir, ekspektasi masyarakat atas lahirnya sebuah perubahan tak akan terjadi tanpa peran serta para politisi,” ujar pengagum Soekarno dan Gus Dur ini, saat ditemui di kediamannya di Desa Cilalawi, Kecamatan Sukatani, Purwakarta.

Melihat Purwakarta dalam konteks kekinian, pria yang hobi adventure ini menilai kabupaten ini sudah mengalami banyak perubahan. Utamanya dalam segi pembangunan infrastruktur.

“Tugas kita ke depan adalah melakukan penyempurnaan,” ujar suami Khilfah Syarifah yang dikaruniai satu anak ini. Sebuah tantangan maha berat memang.

Namun Budi optimistis mampu melintasi tantangan itu manakala semua komponen Purwakarta memiliki niat mulia yang sama.

Niat mulia untuk melakukan penyempurnaan, identik dengan semboyan hidup budi, yakni orang yang baik adalah orang yang bisa menebarkan manfaat bagi orang lain.

Tentu saja bukan sertamerta dia kini dipercaya menahkodai sebuah partai politik besar. Untuk mencapai posisi tersebut, seseorang mesti memiliki integritas, intelektualitas, dan dedikasi tiada henti.

“Ya, dedikasi yang bukan untuk internal partai, tetapi dedikasi terhadap masyarakat. Kita memang harus menyingkirkan ego partai untuk kepentingan masyarakat,” kata anggota Komisi 2 DPRD yang juga Ketua Ansor Purwakarta ini.

Kepedulian Budi terhadap Purwakarta tak boleh dianggap sebelah mata. Dia punya obsesi menciptakan kesejahteraan bagi warga di kabupaten tersebut.

“Upaya untuk menyejahteraan masyarakat, bukan melulu lip service, tapi benar-benar mesti diperjuangkan,” ujar Budi.

“Harus ada komitmen sedemikian rupa sehingga para penentu kebijakan berpihak kepada pelaku UKM. Contoh sederhana, adalah mengintensifkan program pelatihan agar para pelaku UKM memiliki skill yang mumpuni,” ujar Budi.

Dia menambahkan, saat ini Purwakarta hanya memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni PDAM. Padahal, keberadaan BUMD sangat penting untuk menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita mesti menggali potensi yang ada di Purwakarta, kemudian mengelolanya untuk meraup PAD. Salah satunya dengan membentuk BUMD, misalnya pada sektor pengolahan sumber daya alam, kesehatan, dan pariwisata,” paparnya.

Beranjak dari niatnya itu, Budi mengaku siap jika masyarakat memberinya kesempatan untuk memimpin Purwakarta. “Tentu saja dia sebagai kader partai mesti siap.

“Ya, siap lahir dan bathin jika diminta untuk menjadi bupati. Saya siap bergerak bersama rakyat, seperti jargon PPP,” tuturnya lagi.

Budi Sopani Muplih lahir di Purwakarta 40 tahun silam. Setelah lulus dari SDN Cilalawi Sukatani, dia melanjutkan pendidikannya di Tsanawiyah di Nganjuk, dan Aliyah di Kediri, Jawa Timur.

Dia pernah mondok di Ponpes Lirboyo dan Ponpes Almunawir. Sedangkan pendidikan formalnya dirampungkan di IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta (S1).

Selanjutnya dia masuk Uninus Bandung dalam menyelesaikan S2-nya. Dia memilih disiplin ilmu hukum bisnis.

Selain menjadi politikus, Budi juga terkenal sebagai pengusaha muda yang sukses. Dia memiliki dua perusahaan yang bergerak di bidang rental alat berat, dump truck, supplier, pertambangan, dan sedang merambah kepada bidang pariwisata.

“Untuk menopang hidup keluarga, ya Alhamdulillah mencukupi,” ujar Budi merendah. sebelumnya, Budi konsens di bidang usaha galian C yang ditekuninya sejak 2001 hingga 2010.

Hasil pencapaian yang diperolehnya selama ini, kata Budi, akan terasa nikmat apabila bermanfaat bagi orang lain.

“Makanya, kita jangan pernah merasa jemu menebar manfaat bagi sesama,” ujar Budi menutup perbincangan.***(bes)

 

   

 

Tentang Purwasuka News

Purwasuka News adalah media informasi terkini dan terupdate Purwasuka yang akurat dan berimbang, menghadirkan informasi seputar Purwasuka, Jabar, Politik, Hukum, Kuliner, Ekbis, Sosok, Hobi, Feature, Opini, Gaya Hidup, Foto, dan lainnya.

Email: purwasukanewscom@yahoo.co.id
Redaksi: Kompleks Asabri C 7 No.3 Bunder, Jatiluhur Purwakarta - Jawa Barat

Facebook

Twitter

PurwasukaNews.com
Aming Diprediksi Bakal Gigit Jari https://t.co/lFc9FgXTRD
PurwasukaNews.com
Deni Ahmad Haidar Belum Tentukan Pilihan, KPUD atau Ansor https://t.co/T3U7zlXTgE
Follow PurwasukaNews.com on Twitter