Luthfi Bamala Tampil Bersama Doa Bocah Yatim

Bagikan Berita:

SEORANG bocah mencium tangan seorang lelaki yang baru saja menyantuninya. Takzim sekali. Matanya berkaca tanpa bisa menyembunyikan rasa haru.

Dia merupakan satu dari puluhan bocah yatim piatu lainnya yang disambangi Luthfi Bamala di salah satu desa di Purwakarta belum lama ini. Dalam acara yang dikemas teramat sederhana itu, justru tersimpan makna yang dalam, makna sebuah kepedulian.

Di sekitar bocah-bocah itu ada sejumlah lelaki tegap dengan baju seragam yang didominasi warna hitam-hitam. Ya, itu seragam LSM Kompak, alias Komando Penegak Keadilan. Santunan anak yatim tersebut memang acara yang digelar Kompak. Dan, Luthfi Bamala adalah komandannya.

Belakangan ini Luthfi memang getol turun ke desa-desa di Purwakarta. Tanpa bermaksud riya, lelaki kelahiran 12 Maret 1982 ini mengaku merasa tentram setiap berada di tengah anak-anak yatim piatu. Ada semacam kepuasan bathin yang tak bisa terkatakan.

Dulu saat kecil, Luthfi pernah merasakan apa yang dirasakan bocah-bocah yang disantuninya saat ini. Ayah Luthfi berpulang saat lelaki berperawakan gempal ini berusia tiga bulan. Sejak itu, Luthfi tak pernah merasakan sentuhan dan kasih sayang sang ayah. Sebuah takdir yang mesti dilakoninya.

Bukan hal aneh jika akhirnya suami dari Sefty Dwi Kusuma ini sedemikian akrab dan mesra dengan bocah yatim. Dia ingin berbagi apa yang dia miliki. Semampunya, seikhlasnya.

**

Sebagai pentolan sebuah LSM, Luthfi mengaku punya tugas maha berat. Diakuinya, masih ada sebagian pihak yang beranggapan bahwa LSM identik dengan kekerasan. Malah adakalanya cenderung mengarah ke hal-hal yang berbau kriminal.  

Justru itulah yang membuatnya tertantang. Dia ingin merubah paradigma itu. Luthfi ingin stigma terhadap LSM terkikis habis. Bukan dengan cara berkoar-koar, tetapi dengan tindakan humanis yang bermanfaat dan memiliki maslahat. Salah satunya dengan menyantuni anak yatim.

Sehingga kesan sangar dari tampilan ragawi berbalut seragam, kontras dengan kelembutan yang bersemayam di dalam hati mereka. “Kami adalah sekumpulan manusia dari berbagai latarbelakang,” kata Luthfi saat purwasukanews menyambangi Sekretariat Kompak akhir pekan silam.   

Masuk menjadi anggota Kompak, tak ada syarat khusus. “Kami membuka pintu bagi semua kalangan, dari mereka yang tak mengenyam sekolah hingga yang berpendidikan paling tinggi,” ujar ayah empat anak ini.

Bagi Luthi, personel-personel yang heterogen ini memiliki keunikan tersendiri. Merupakan tantangan baginya untuk menyatukan persepsi dalam satu wadah. Di wadah itulah mereka berbagi pengalaman dan ilmu.

“Yang terpenting, setiap anggota Kompak akan dibekali pemahaman agar mereka menebarkan manfaat dan faedah kepada sesama,” ujar penggemar musik dan traveling ini.

Bahwa kemudian ada sejumlah oknum perilakunya melenceng dari garis organisasi, Luthfi tak menampiknya. Itulah sebabnya sebagai komandan dia tak pernah bosan memberi pemahaman.

“Kalau ada satu-dua anggota kami yang nyeleneh, itu bukan kebijakan Kompak. Jangankan di Kompak yang rekruitmennya tak mesti dengan syarat khusus, di lembaga negara yang rekruitmennya ketat pun banyak juga oknum yang nyeleneh,” tutur pengagum Soekarno dan Dedi Mulyadi ini.

**

 Belakangan Lutfhi mulai menjajakkan kakinya di ranah politik. Setelah sekian lama menjadi kader Partai Golkar, akhirnya tanpa tedeng aling-aling Luthfi menyatakan kesiapannya ikut dalam bursa Pilkada Purwakarta 2018. Sejumlah partai politik telah dilamarnya.

Dia ingin manusia Purwakarta mandiri dan bermartabat. Berlatangbelakang sebagai seorang pengusaha, Luthi ingin mengajak para pemuda mencintai bidang wirausaha. Dia berobsesi menciptakan kondisi di mana para pemuda usia produktif tak kehilangan peluang berwirausaha.

Ikhwal usianya yang dianggap masih terlalu ‘hijau’ untuk memimpin sebuah kabupaten, Luthfi bisa menjawabnya lugas, “Ingat, waktu terpilih menjadi bupati, usia Pak Dedi masih muda. Buktinya dia mumpuni selama memimpin Purwakarta. Dan saya ingin mengulang sejarah itu!” tandasnya.

Memang masih ada sejumlah pihak yang apriori dan menganggap niat pencalonan Luthfi hanya untuk sekadar meramaikan panggung politik Purwakarta. Malah ada yang lebih nyinyir lagi, bahwa Luthi hanya sebuah boneka yang mesti memerankan adegan tertentu dalam sebuah skenario politik yang dimainkan sang dalang.

Luthfi menampiknya. “Saya tak perlu menanggapi asumsi itu dengan kata-kata. Saya lebih tertarik menjawabnya dengan tindakan yang pada akhirnya masyarakat tahu bahwa niat saya beranjak dari hati yang tulus,” tuturnya.

Jika Tuhan berkehendak, siapa yang sanggup menentang? Niat Luthfi untuk memandirikan Purwakarta diulurkan kepada para bocah yatim. Sebagai balasannya, para bocah yatim itu tak henti-henti melafalkan doa*(bes)  

 

 

 

   

Tentang Purwasuka News

Purwasuka News adalah media informasi terkini dan terupdate Purwasuka yang akurat dan berimbang, menghadirkan informasi seputar Purwasuka, Jabar, Politik, Hukum, Kuliner, Ekbis, Sosok, Hobi, Feature, Opini, Gaya Hidup, Foto, dan lainnya.

Email: purwasukanewscom@yahoo.co.id
Redaksi: Kompleks Asabri C 7 No.3 Bunder, Jatiluhur Purwakarta - Jawa Barat

Facebook

Twitter

PurwasukaNews.com
Aming Diprediksi Bakal Gigit Jari https://t.co/lFc9FgXTRD
PurwasukaNews.com
Deni Ahmad Haidar Belum Tentukan Pilihan, KPUD atau Ansor https://t.co/T3U7zlXTgE
Follow PurwasukaNews.com on Twitter