Terkait ‘Mahar’ 500 Juta, Komarudin Tak Penuhi Panggilan Panwaslu

Bagikan Berita:

PURWAKARTA, purwasukanews – Komarudin Mutaqin tak memenuhi panggilan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Purwakarta terkait dugaan pemberian uang Rp 500 juta kepada Ketua DPC PPP Budi Sopani Muplih.

Sesuai surat panggilan yang dibuat Panwaslu, Komarudin dipanggil pada Rabu (10/1) pukul 9.00 hari ini. Namun hingga sore hari, Komarudin tak menampakkan batang hidungnya.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Panwaslu Purwakarta Ujang Abidin menandaskan, pihaknya akan kembali melayangkan panggilan kepada Komarudin, “Surat akan dibuat hari ini,” katanya di Kantor Panwaslu, Jalan Basuki Rahmat.

DIhubungi melalui telepon, Komarudin menandaskan bahwa dia tak akan datang ke kantor Panwaslu, "Saya sedang di Bandung. Ada urusan yang tak bisa ditinggalkan," katanya. Soal pemanggilan kedua, dia juga tak menegaskan rencana kehadirannya.

Sedianya, Panwaslu akan meminta penjelasan dari Komarudin yang diduga memberikan uang Rp 500 juta kepada Budi Sopani Muplih. Sesuai yang tertera dalam kuitansi, uang tersebut merupakan uang muka (DP) pengikat untuk tiga parpol, yakni PPP, Nasdem dan Hanura.

“Jika nanti ditemukan adanya unsur pidana, maka kami akan membawa persoalan ini kepada jalur hukum melalui Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang ada di Panwaslu dengan melibatkan unsur kejakasaan dan kepolisian,” kata Ujang.

Saat ini Panwaslu masih mengkaji persoalan antara Komarudin dan tiga parpol anggota Koalisi Kemerdekaan tersebut, “Kita melakukan kajian, apakah ada unsur pelanggaran pidana, atau pelanggaran adminstratif,” terangnya.

Selain Komarudin, hari ini Panwaslu juga melayangkan surat panggilan kepada Ketua Partai Nasdem, Demokrat, dan PPP. Pemanggilan dilakukan pada jam yang berbeda.

Diberitakan sebelumnya, Panwaslu akan menindaklanjuti temua adanya dugaan pemberian uang dari bakal calon kepada parpol. “Kami hendak meminta klarifikasi kepada mereka,” tambah dia.

Soal uang Rp 500 juta, mulai ramai diperbicangkan ketika 14 Pengurus Anak Cabang (PAC) PPP Purwakarta mendesak Budi Sopani Muplih mundur dari jabatannya sebagai ketua DPC. Mereka menilai Budi telah mencemarkan nama baik partai.

Mereka mendatangi sekretariat DPC PPP di Jalan Basuki Rahmat, Senin (8/10) siang. Tuntutan mundur disampaikan di hadapan Sekretaris DPC PPP Anut Gandang dan sejumlah pengurus harian.

Komarudin membenarkan bahwa dia sudah menyerahkan uang kepada Budi di Poskonya. Sedangkan Anut Gandang, menjelaskan bahwa Ketua Baipplu PPP sudah meminta klarifikasi dari Budi Sopani. “Katanya uang itu untuk operasional politik ketua parpol,” kata Anut.(bes)     

 

 

Tentang Purwasuka News

Purwasuka News adalah media informasi terkini dan terupdate Purwasuka yang akurat dan berimbang, menghadirkan informasi seputar Purwasuka, Jabar, Politik, Hukum, Kuliner, Ekbis, Sosok, Hobi, Feature, Opini, Gaya Hidup, Foto, dan lainnya.

Email: purwasukanewscom@yahoo.co.id
Redaksi: Kompleks Asabri C 7 No.3 Bunder, Jatiluhur Purwakarta - Jawa Barat

Facebook

Twitter

PurwasukaNews.com
Ini Alasan KPU Purwakarta Tolak Rustandie-Dikdik https://t.co/q2KuEDcVhm
PurwasukaNews.com
Peduli Purwakarta, PNC Gelar Ririungan https://t.co/pJvDoF68K9
Follow PurwasukaNews.com on Twitter