Para Bakal Calon Layangkan Protes ke DPP PAN

Bagikan Berita:

PURWAKARTA, purwasukanews – Mantan politikus PAN Awod Abdul Gadir geram dengan langkah politik DPD PAN Purwakarta. Sebagai seorang mantan kader, Awod mengaku punya tanggung jawab moral untuk mengembalikan citra PAN yang belakangan menjadi sasaran hujatan sejumlah bakal calon.

Langkah politik PAN yang dinilai Awod inkonsisten, adalah mengusung seorang bakal calon dengan mengesampingkan 10 bakal calon lainnya yang telah mengikuti mekanisme pendafaran.

Kegeraman Awod diekspresikan dengan berkoordinasi dengan para bakal calon. Hasilnya, para bakal calon membubuhkan tandatangan sebagai bentuk protes kepada PAN.

“Protes ditujukan kepada DPP PAN. Saya sudah menyerahkannya pada hari Selasa kemarin,” kata Awod (6/12) pagi. Dia meyakini DPP akan merespons sikap protes tersebut, “Sebab jika ini dibiarkan, saya khawatir perolehan suara PAN akan melorot pada Pileg 2019,” kata Awod.

Surat protes tersebut intinya berisi tentang keganjilan proses penjaringan bakal calon yang dilaksanakan PAN. Saat disampaikan kepada DPP, sebanyak tujuh bakal calon membubuhkan tanda tangannya.

Mereka adalah Ucok Ujang Wardi, Luthfi Bamala, Endang Koswara, Deddy Effendi, Rustandi, Muhamad Abdul Latif, dan Saepudin Zukhri. Tiga bakal calon lain, yakni Ruslan Subanda, Padil Karsoma, dan Agus Darmawan tak membubuhkan tandatangannya.

“Para bakal calon adalah tokoh-tokoh terbaik Purwakarta. Mereka tak boleh diperlakukan semena-mena. Ini pembelajaran bagi partai politik, khususnya PAN,” tandas Awod.

Pada kesempatan sama, Rustandi dengan gamblang membeberkan adanya pungutan uang oleh PAN dengan dalih untuk keperluan fit and proper test.

Di hadapan Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno, Rustandi mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelum fit and proper test digelar, dia dan Endang Koswara dimintai uang oleh ketua DPD PAN Agus Sundana.

“Kami berdua diminta masing-masing sebesar Rp 10 juta. Saat itu ketua DPD mengatakan bahwa nanti yang bakal mendapat rekomendasi dari PAN adalah saya dan Pak Endang,” beber Rustandi.

Dalam perjalanannya, Rustandi mengaku hanya menyerahkan uang sebesar Rp 5 juta, “Saya serahkan uang tersebut kepada Pak Agus sebagai Ketua DPD,” katanya.

Di tempat terpisah, Ketua Komite Pemenangan Pemilu Daerah (KPPD) DPD PAN Purwakarta kembali menegaskan bahwa proses pendaftaran KPPD tak memungut kocek dari para bakal calon.

Dikatakan Suhendar, dari awal proses tak ada biaya yang dibebankan kepada bakal calon. Terlebih lagi memunculkan nominal. Kalaupun ada yang memberi, mungkin sifatnya sumbangan.

“Saya tekankan sekali lagi tak ada pungutan. Jika ada yang memberi langsung kepada Ketua DPD, silakan konfirmasi langsung. Tim Pilkada tak pernah membebankan biaya,” terang Suhendar.(bes)

Tentang Purwasuka News

Purwasuka News adalah media informasi terkini dan terupdate Purwasuka yang akurat dan berimbang, menghadirkan informasi seputar Purwasuka, Jabar, Politik, Hukum, Kuliner, Ekbis, Sosok, Hobi, Feature, Opini, Gaya Hidup, Foto, dan lainnya.

Email: purwasukanewscom@yahoo.co.id
Redaksi: Kompleks Asabri C 7 No.3 Bunder, Jatiluhur Purwakarta - Jawa Barat

Facebook

Twitter

PurwasukaNews.com
Aming Diprediksi Bakal Gigit Jari https://t.co/lFc9FgXTRD
PurwasukaNews.com
Deni Ahmad Haidar Belum Tentukan Pilihan, KPUD atau Ansor https://t.co/T3U7zlXTgE
Follow PurwasukaNews.com on Twitter