Ketua KPPD PAN: “Kami Tak Pungut Biaya untuk Penjaringan’

Bagikan Berita:

PURWAKARTA, purwasukanews - Ketua Komite Pemenangan Pemilu Daerah (KPPD) DPD PAN Purwakarta, Suhendar, menegaskan bahwa tak ada biaya apapun yang dibebankan kepada para bakal calon selama proses penjaringan.

Pernyataan Suhendar tersebut dilontarkan menyusul komentar Dedi Effendi yang menengarai pelaksanaan uji kelayakan (fit and proper test) yang digelar PAN tak gratis.

“Yang saya tahu, PAN tidak memungut biaya apapun selama proses pendaftaran. Tidak ada nilai (nominal) maupun kuitansi yang kita keluarkan,” terang Suhendar, Senin (4/12) malam.

Dia menyilakan purwasukanews melakukan cross check kepada para bakal calon, “Silakan tanya para bakal calon, barangkali ada kuitansi penerimaan,” imbuh Suhendar.

Dihubungi melalui telepon, Ucok Ujang Wardi, salah satu bakal calon yang mendaftar ke PAN, mengaku bahwa dia diminta ‘sumbangan’ untuk keperluan proses penjaringan, “Saya diminta uang oleh Ketua DPD PAN sebesar Rp 5 juta. Tapi saya hanya mentransfer Rp 2,5 juta,” kata Ucok.

Dedy juga mengaku dimintai ‘sumbangan’. Hanya saja dia lupa nilai nominalnya, “Ya, saya diminta, tapi tanpa memakai kuintansi,” terang Dedy.

Menanggapi hal tersebut, mantan politikus PAN Awod Abdul Gadir membenarkan apa yang dilontarkan Dedy dan Ucok. “Saya tahu, para bakal calon diminta biaya kok. Rata-rata Rp 5 juta,” ujar Awod.

Selanjutnya, Awod menyebutkan dua nama bakal calon yang menyetor uang masing-masing Rp 5 juta, “Keduanya bicara blak-blakan kepada saya. Mereka bilang, diminta langsung oleh Ketua DPD PAN,” imbuh dia.

Dedy Effendi merupakan satu dari sejumlah bakal calon yang mengaku kecewa dengan kebijakan politik PAN. Seperti diketahui, DPD PAN Purwakarta mengumumkan secara resmi memberi rekomendasi kepada Anne Ratna Mustika sebagai calon bupati, yang tak mengikuti proses penjaringan.

Mewakili para bakal calon lainnya, Dedy mengaku merasa diperdaya oleh partai berlambang matahari tersebut. Umumnya para  

bakal calon bukan mempersoalkan sosok Anne. Yang mereka pertanyakan adalah sikap PAN yang tak mengakomodir satupun bakal calon yang mengikuti proses penjaringan.

“Yang dimasalahkan bukan karena PAN merekomendasikan Ambu (Anne). Siapa pun yang diusung PAN tanpa melalui mekanisme penjaringan, itu yang kami protes. Sebaliknya, jika Ambu ikut proses mekanisme dari awal, tentu itu hal wajar,” kata Dedy.

Protes juga dilontarkan Ucok Ujang Wardi. Menurutnya, PAN telah mengeluarkan kebijakan politik yang tak santun, “Saya dirugikan,” kata Ucok.

Seharusnya, imbuh dia, PAN menjalankan prosedur dengan benar, “Bukan malah tiba-tiba merekomendasikan bakal calon yang tak mengikuti proses penjaringan dan fit and proper test,” katanya.

Ucok mengaku wajar jika para bakal calon meminta pertanggungjawaban PAN, “Para bakal calon yang seideologi meminta PAN mengevaluasi kinerja jajaran DPD dan Tim Pilkada-nya,” kata Ucok.(bes)

 

 

 

Tentang Purwasuka News

Purwasuka News adalah media informasi terkini dan terupdate Purwasuka yang akurat dan berimbang, menghadirkan informasi seputar Purwasuka, Jabar, Politik, Hukum, Kuliner, Ekbis, Sosok, Hobi, Feature, Opini, Gaya Hidup, Foto, dan lainnya.

Email: purwasukanewscom@yahoo.co.id
Redaksi: Kompleks Asabri C 7 No.3 Bunder, Jatiluhur Purwakarta - Jawa Barat

Facebook

Twitter

PurwasukaNews.com
Aming Diprediksi Bakal Gigit Jari https://t.co/lFc9FgXTRD
PurwasukaNews.com
Deni Ahmad Haidar Belum Tentukan Pilihan, KPUD atau Ansor https://t.co/T3U7zlXTgE
Follow PurwasukaNews.com on Twitter