[OPINI]: Peta Pertarungan Politik Purwakarta 2018  

Bagikan Berita:

oleh: Muhammad A Faraz Bajri

Situasi politik Purwakarta menjelang Pilkada menarik untuk dicermati. Anne Ratna Mustika-Aming merupakan kandidat yang didukung koalisi parpol paling banyak, yakni Golkar, Nasdem, Demokrat, PKB, Hanura, dan PAN. Yang menjadi penentunya adalah Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang tak lain adalah suami Anne.

TIDAK menutup kemungkinan koalisi ini akan menggunakan instrument-instrumen kekuasaan dari paling bawah hingga paling atas untuk memenangi pertarungan politik. 

Suka atau tidak suka koalisi ini berpengaruh dengan keberadaan Dedi yang akan habis masa jabatannya pada Maret 2018. Belum lagi di koalisi ini dari aspek finansial sangat mendukung dan kuat karena hampir seluruh parpol diborong untuk mendukungnya.

Juga ada sebagian ulama yang ikut mendukungnya karena ada kedekatan khusus dengan Dedi. Walaupun sepertinya tidak akan semua ulama mendukungnya dengan berbagai alasan yang harus kita hargai pilihannya.

Padil Karsoma-Acep Maman  yang didukung PDI-P dan PPP, disebut Koalisi Kurus karena hanya dua parpol. Padil merupakan Sekda Purwakarta yang masih memiliki pengaruh kuat di birokrasi dan ulama. 

Mesin birokrasi bisa digunakan untuk memenangi pasangan ini. Karena bagaimana pun birokrasi Purwakarta masih banyak yang setia kepada calon ini, baik yang terbuka atau yang masih malu-malu mengutarakannya.

Pasangan ini merupakan penantang sejati karena akan berhadapan dengan kekuasaan status quo. Langkah Padil perlu diapresiasi sebagai langkah positif sebagai bagian pembelajaran kematangan berdemokrasi.

Koalisi ini juga didukung sebagian ulama yang tidak secara terang-terangan mendukung tetapi hati mereka memiliki rasa cinta kepada Padil. Belum lagi Acep Maman yang merupakan Ketua DPC PDI-P Purwakarta memiliki cukup basis PDI P yang bisa mendongkrak suara. Dalam aspek keuangan koalisi ini cukup untuk menjalankan mesin parpolnya. 

Dan yang menarik tidak semua pengurus partai Golkar mendukung pasangan Anne-Aming. Di internal Golkar terjadi dua faksi. Ada faksi yang mendukung Anne-Aming. Ada faksi yang mendukung Padil-Maman.

Menurut saya itu sesuatu yang positif dan menunjukkan kedewasaan berpolitik dan akan menyehatkan iklim demokrasi. Adanya kader Golkar yang berseberangan dengan keputusan Partai Golkar merupakan dinamika politik. Mereka sudah memperhitungkan kalkulasi politiknya dengan sangat matang.

Ini merupakan pembelajaran politik bahwa ada beberapa pengurus Golkar yang ingin melakukan perubahan dan ganti kepemimpinan. Ini perlu diapresiasi oleh semua pihak. 

Sedangkan PKS yang merupakan partai politik yang tidak memiliki perwakilan di parlemen awalnya akan mengusung Rustandie-Dikdik Sukardi yang diusung Gerindra dan PKS. Tetapi akhirnya terhempas karena persoalan dualisme surat rekomendasi dari Hanura.

PKS dan Gerindra sedang mengajukan perlawanan hukum ke PTUN terkait terhempasnya calon yang mereka usung. Langkah ini perlu diapresiasi oleh semua pihak dan itu merupakan sebuah perjuangan.

Zaenal Arifin-Luthfi Bamala merupakan pemain baru dalam kancah perpolitikan Purwakarta. Pasangan ini tidak bisa dianggap remeh walaupun tidak didukung parpol. Mereka mulai banyak mendapatkan simpatik masyarakat.

Bisa jadi dukungan terhadap kandidat ini cukup kuat karena sebagian masyarakat sudah mulai jenuh atas tingkah sebagian elit parpol yang selalu menjadikan masyarakat sebagai obyek kekuasaan, bukan sebagai subyek kekuasaan.

Hadirnya calon dari jalur independen ini bisa menjadi angin perubahan buat masyarakat Purwakarta. Dukungan ini bisa jadi dari sebagian ulama dan pesantren yang memiliki kedekatan khusus dengan pasangan ini. Selain itu, Luthfi memiliki jaringan dari beberapa ormas yang bisa digunakan untuk memenangi pertarungan. 

Memang kalau dilihat dari logika politik, pasangan ini berat. Tetapi dalam politik tidak ada yang tidak mungkin. Dan ini sejarah baru dalam perpolitikan Purwakarta bahwa calon dari Independen bisa lolos verifikasi.

Bisa jadi pasangan dari jalur independen ini memenangi pertarungan politik seperti yang terjadi di Garut beberapa tahun lalu. Kita tahu bahwa Aceng Fikri dari jalur independen menjadi bupati Garut walaupun akhirnya turun di tengah jalan karena urusan nikah siri.

Saya melihat ada beberapa kelompok yang mencoba menggunakan instrumen kekuasaan dan  menggunakan symbol-simbol agama bahkan pesantren yang merupakan tempat suci, dijadikan medan pertarungan politik.

Kerangka ini bukan berarti saya sekuler yang memisahkan agama dengan kekuasaan. Saya hanya ingin menempatkan posisi agama pada porsi yang tertinggi di atas politik. Dalam sudut pandang sosiologi agama, dikatakan bahwa agama tidak dibangun dengan kekuatan politik. 

Agama tidak dibangun dengan logika kekuasaan. Agama dibangun dengan logika kepercayaan. Agama mengandung nilai, moral dan etika. Sedangkan politik adalah bagian dari kelompok pemaksa dan kepentingan.

Seluruh kandidat Purwakarta harus menghadirkan politik bernilai dan santun dalam mengikuti perhelatan demokrasi 2018 yang sebentar lagi akan digelar. Seluruh kandidat harus menawarkan roadmap pembangunan Purwakarta ke depan seperti fasilitas publik, meningkatkan kualitas pendidikan, menyejahterakan masyarakat Purwakarta dengan tidak memprioritaskan aspek infrastruktur semata, melainkan suprastruktur juga harus menjadi andalan. 

Dengan terus ditingkatkannya sumberdaya manusia, menjadi lebih baik ketimbang para kandidat menjadi kelompok agamawan sebagai subyek kekuasaan.

Lantas siapa yang akan menjadi pemenangnya? Hanya rakyat yang memiliki hati nurani yang akan menentukan pilihannya di bilik suara. Dukungan parpol terhadap kandidat tertentu belum menjadi ukuran  pemenang dalam perebutan posisi Purwakarta 1 dan 2. 

Sebab tidak ada satu pun orang yang bisa mengukur kedalaman hati masyarakat. Dukungan elit parpol dengan hati nurani masyarakat bisa saja berbeda. Elit politik bisa transaksi di bawah meja, tetapi rakyat yang akan menentukan siapa yang akan menjadi masinis untuk membawa gerbong Purwakarta ke depan dan bisa membangun peradaban yang adil, damai, tenang, dan sejahtera.***

Penulis adalah Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dan Dosen Sosiologi Agama STAI Al Muhajirin Purwakarta

 

Tentang Purwasuka News

Purwasuka News adalah media informasi terkini dan terupdate Purwasuka yang akurat dan berimbang, menghadirkan informasi seputar Purwasuka, Jabar, Politik, Hukum, Kuliner, Ekbis, Sosok, Hobi, Feature, Opini, Gaya Hidup, Foto, dan lainnya.

Email: purwasukanewscom@yahoo.co.id
Redaksi: Kompleks Asabri C 7 No.3 Bunder, Jatiluhur Purwakarta - Jawa Barat

Facebook

Twitter

PurwasukaNews.com
FK UIP Desak Panwas Serius Tangani Kasus Kades Jadi Pengurus Parpol https://t.co/A2mGqFgQPF
Follow PurwasukaNews.com on Twitter