[OPINI]: Kecerdasan Ami dan Keberanian Asmil

Bagikan Berita:

oleh: Tatang Budimansyah

Izinkan saya sebentar saja mengulas acara Diskusi Bedah APBD di Wisma Suryo, Purwakarta, Jumat sore hingga malam. Diskusi yang dinilai sejumlah kalangan sangat menarik, kendati acara dadakan itu digelar dengan format paling sederhana.

ADALAH Ami Awod Abdul Gadir dan Kang Asep Saepul Milah (Asmil) yang menjadi bintang dalam acara tersebut. Ami dikenal publik Purwakarta sebagai ‘kamus berjalan’ APBD. Mantan anggota DPRD dari PAN ini merupakan sosok yang paling mumpuni membedah APBD hingga ‘ke tulang-tulangnya’.

Kepiawannya itu diakui oleh semua kalangan:  wartawan, LSM, dan bahkan oleh anggota dewan sendiri, baik yang masih menjabat maupun anggota dewan seangkatan Ami.

Sedangkan Kang Asmil adalah anggota DPRD dari Fraksi PKB yang duduk di Badan Anggaran (Banggar). Kang Asmil tanpa tedeng aling-aling mengakui senioritas Ami.

Dikatakan senior karena Ami lebih dulu menjadi anggota legislatif, dan Ami lebih fasih membedah dan mengkaji kitab APBD. Beberapa gelintir peserta diskusi meragukan kemampuan Kang Asmil dalam diskusi yang dikemas dengan konsep adu argumen itu. Dengan kata lain, Kang Asmil tak selevel dengan Ami.

Malah, sebelum acara dimulai, ada mantan anggota dewan seangkatan Ami berseloroh, “Wah, kalau Asmil debat dengan Ami soal APBD, sama saja dia bunuh diri. Tahu apa dia?”

Peserta diskusi dari LSM malah meyakini Kang Asmil tak bakal berani datang. “Apa mungkin dia mau hadir? Kalau benar-benar hadir, saya acungi jempol.”

Terus terang, saya agak terpengaruh dengan kalimat agak provokatif itu. Jangan-jangan, betul kata rekan dari LSM itu, Kang Asmil tak bakal nongol.

Kalau Kang Asmil tak jadi datang, saya sebagai penggagas acara tentu saja menjadi orang pertama yang merasa sewot. Ya, kecewa. Karena sayalah yang mengundang para peserta. Sementara posisi Kang Asmil masih di Kantor DPW PKB, Bandung.

Melalui handphone, saya mengonfirmasi ulang Kang Asmil tentang kesiapan kehadirannya. Saya mendapat jawaban yang melegakan. Dia siap hadir. Dan setiap 20 menit, dia melaporkan posisinya, dari mulai beranjak dari DPW hingga beberapa kilometer sebelum keluar gerbang tol Jatiluhur.

Saya, dan semua peserta diskusi, benar-benar lega ketika akhirnya Kang Asmil menampakkan batang hidungnya ba’da Ashar. Tak lama setelah kedatangannya, acara dimulai.

Saya tak ingin mengulas tentang isu-isu krusial yang mengemuka dalam diskusi. Saya hanya ingin mengomentarinya dari perspektif lain. Tentang kecerdasan Ami dan nyali Kang Asmil.

Bahwa Ami cerdas dalam mengkaji APBD, semua sudah mengetahuinya. Ami is the one and only. Anggota DPRD Jawa Barat Haji Saepudin ‘Diding’ Zuhri yang hadir dalam diskusi, berkelakar bahwa Ami adalah makhluk langka yang wajib dilestarikan!

Ikhwal Kang Asmil, tak semua publik Purwakarta, khususnya peserta diskusi, mengetahui bahwa dia ternyata punya nyali.

Betul, Kang Asmil punya keberanian untuk berhadapan dengan Ami. Beradu argumen tentang hal yang sudah menjadi santapan Ami sehari-hari.

Fakta bahwa Kang Asmil siap tampil dalam diskusi, melahirkan dua suasana emosional secara berbarengan dari masing-masing peserta diskusi. Dua rasa itu, yakni sukacita dan belasungkawa.

Sukacita karena ternyata ada seorang Asmil yang menyempatkan diri di tengah kesibukannya untuk memberi penjelasan secara runut tentang proses panjang APBD 2018. Tanpa dibayar seperti ketika dia menjalankan tugas reses. Kang Asmil malah sempat mentraktir para peserta.  

Pada saat berbarengan, peserta diskusi juga dirundung belasungkawa. Mereka bertanya-tanya, ‘Ke mana para anggota dewan Purwakarta lainnya’? Beranikah mereka tampil seperti Kang Asmil, memberi pencerahan kepada publik di luar tugas formalnya.

Peserta tak boleh berbelasungkawa terlalu larut. Karena selain Kang Asmil, sebenarnya ada beberapa anggota dewan lain yang hadir. Kendati hanya sebagai peserta pasif, setidaknya mereka menunjukkan kepedulian akan pentingnya acara diskusi seperti ini.

Seperti yang telah diprediksi, diskusi memang berlangsung hangat, sengit, dan hidup. Utamanya pada saat diskusi memasuki injury time. Saya sebagai moderator yang dibantu Asep Sopiandi dari Koran Sindo, nyaris kewalahan mengatur lalu lintas dialog.   

Sekali lagi, saya tak hendak mengulas soal esensi materi diskusi. Soal dugaan adanya biaya ghaib, honor perangkat desa yang tertunggak hingga lima bulan, atau soal pembangunan Masjid Cilodong yang diragukan rampung pada Desember ini.

Yang jelas, suasana sengit terjadi ketika antara Ami dan Kang Asmil bertahan dengan argumen masing-masing. Berpedoman pada persepsi masing-masing. Intonasi keduanya sempat meninggi. Tak ada pihak yang salah.

Saya hanya menyayangkan ketidakhadiran para bakal calon bupati Purwakarta. Dari belasan bakal calon, hanya dua sosok yang tampak tertarik dengan digelarnya diskusi. Mereka adalah Haji Saepudin ‘Diding’ Zukhri dan Kang Luthfi Bamala. Yang lain? No comment lah!

Padahal Ami dan Kang Asmil sudah mewanti-wanti agar Purwasuka News Club (PNC) sebagai penggagas acara, bisa menghadirkan para calon pemimpin tersebut.

Ami dan Kang Asmil menganggap para bakal calon Bupati perlu mendapatkan penjelasan dan pencerahan tentang seluk-beluk APBD. Ini sebagai bekal ketika terpilih menjadi bupati kelak.

Seperti lazimnya acara adu argumen, acara ditutup tanpa harus melahirkan kesimpulan. Yang penting adalah para peserta yang merupakan member PNC mendapat ilmu. Yang tak tahu menjadi tahu, yang lupa menjadi ingat, dan yang agak pintar menjadi semakin pintar.*

*Penulis adalah Ketua  Komunitas Jurnalis Purwakarta (KJP) dan Pemimpin Redaksi Purwasukanews.com

 

Tentang Purwasuka News

Purwasuka News adalah media informasi terkini dan terupdate Purwasuka yang akurat dan berimbang, menghadirkan informasi seputar Purwasuka, Jabar, Politik, Hukum, Kuliner, Ekbis, Sosok, Hobi, Feature, Opini, Gaya Hidup, Foto, dan lainnya.

Email: purwasukanewscom@yahoo.co.id
Redaksi: Kompleks Asabri C 7 No.3 Bunder, Jatiluhur Purwakarta - Jawa Barat

Facebook

Twitter

PurwasukaNews.com
FK UIP Desak Panwas Serius Tangani Kasus Kades Jadi Pengurus Parpol https://t.co/A2mGqFgQPF
Follow PurwasukaNews.com on Twitter