[OPINI]: The Power of Silaturahim

Bagikan Berita:

oleh: Muhammad Ali Akbar*

Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, secara otomatis Rasulullah dan para sahabat yang berasal dari Makkah berstatus sebagai pendatang. Sedangkan sahabat Yastrib menjadi pribumi atau ansor.

SATU hal yang menarik, pribumi sangat mencintai pendatang. Mereka ikhlas berbagi harta dengan pendatang, Tanpa mengharapkan timbal balik dari mereka.

Kecintaan pribumi kepada pendatang diabadikan dalam Al-Quran surah Al-Hasyr ayat:9 “…….Mereka mengutamakan muhajirin (pendatang), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka (pribumi) memerlukan apa yang mereka berikan itu.”

Bahkan di antara pribumi ada yang sampai rela ingin menceraikan isterinya agar dinikahi sahabat pendatang. Namun sahabatnya menolaknya.

Dari sinilah timbul pertanyaan-pertanyaan di antaranya, apa yang menyebabkan pribumi mencintai pendatang, Padahal sebelumnya, pendatang adalah orang asing yang tidak ada hubungan darah dengan pribumi?

Maka ada empat jawaban dari pertanyaan itu. Pertama, pendatang membawa ideologi pemersatu. Mereka berhasil menyatukan Aus dan Khozroj yang ratusan tahun hidup dalam peperangan.

Berbeda dengan pendatang lain yang membawa ideologi Jahiliah, komunis-kapitalis yang mencerai-beraikan persatuan dan kesatuan pribumi. Pribumi yang ratusan hidup dalam perdamaian, hancur dan terpecah-belah karena ulah pendatang. Maka wajar jika mereka benci kepada pendatang.

Kedua, pendatang mengimpor budi pekerti luhur. Selama 13 tahun Rasulullah mendidik aqidah dan akhlaq sahabatnya di Makkah. Jadilah mereka manusia langit yang berjalan di bumi.

Sehingga wajar pribumi Madinah mencintai pendatang Muhajirin. Pendatang melarang berbuat jahiliah, seperti berbohong, korupsi, berzina, dan lainnya.

Berbeda dengan pendatang lain yang mengimpor segala macam kerusakan, impor narkoba, senjata api, tenaga kerja, pelacur, sampai garam. Wajar kalau pribumi geram.

Ketiga, pendatang bukan orang yang tamak. Mereka adalah orang-orang yang yang ahli dalam berdagang, sampai-sampai keahlian mereka diabadikan dalam surah Al-Quraisy.

Demikianlah, pendatang tidak memanfaatkan keahlian mereka untuk memonopoli pasar dan perdagangan pribumi.

Di antara hal yang pertama kali dilakukan oleh pendatang ketika menginjakkan kaki di Madinah ialah membangun Pasar Rakyat. Semua orang boleh berjualan di sana.

Peraturan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, yang kuat dibatasi agar tidak memonopoli yang lemah. Yang lemah tetap di berdayakan agar terus eksis.

Berbeda dengan pendatang lain, yang tidak tahu diri. Diberi tumpangan gratis malah melunjak. Memonopoli pusat ekonomi dan mematikan pasar pribumi.

Keempat, pendatang berbaur dengan pribumi, di awal kedatangan Rasulullah mempersaudarakan pendatang dengan pribumi. Pendatang berbaur dengan pribumi tanpa sekat yang membatas. Mereka sekolah, bekerja, bertempat tinggal dan lainnya di tempat yang sama.

Berbeda dengan pendatang lain yang sejak awal sudah bersikap sksklusif, di saat pribumi dijajah. Bukannya ikut berjuang, malah ikut membantu penjajah.

Maka jika pendatang ingin dicintai pribumi, ikutilah langkah sahabat Muhajirin ketika berhijrah. Insha Allah, tidak aka ada lagi sentimen anti pendatang.

Penulis adalah mahasiswa STAI KHEZ Muttaqien Purwakarta

 

 

 

 

Tentang Purwasuka News

Purwasuka News adalah media informasi terkini dan terupdate Purwasuka yang akurat dan berimbang, menghadirkan informasi seputar Purwasuka, Jabar, Politik, Hukum, Kuliner, Ekbis, Sosok, Hobi, Feature, Opini, Gaya Hidup, Foto, dan lainnya.

Email: purwasukanewscom@yahoo.co.id
Redaksi: Kompleks Asabri C 7 No.3 Bunder, Jatiluhur Purwakarta - Jawa Barat

Facebook

Twitter

PurwasukaNews.com
Aming Diprediksi Bakal Gigit Jari https://t.co/lFc9FgXTRD
PurwasukaNews.com
Deni Ahmad Haidar Belum Tentukan Pilihan, KPUD atau Ansor https://t.co/T3U7zlXTgE
Follow PurwasukaNews.com on Twitter