[OPINI]: Ambu

Bagikan Berita:

oleh: Tatang Budimansyah*

Perempuan ini paling jengkel dan greget dengan tingkah polah si Kabayan. Tapi sebagai mertua, ambu senantiasa menyayangi Kabayan. Setiap orang pasti memiliki dua sisi. Sisi baik dan sisi buruk.

DEMIKIAN juga dengan si Kabayan. Tokoh imajinatif di tatar Sunda ini adalah menantu yang malas, bicara asal ceplos, suka mengganggu orang lain, dan cunihin. Tapi, suami Nyi Iteung ini, adalah lelaki yang bersahaja, jujur, cerdik, dan humoris.

Sebagai seorang yang arif, ambu harus permisif dengan tingkah polah menantunya itu, meskipun harus sembari mengelus dada. Ambu lebih memilih menghibur diri dengan menegaskan bahwa sang menantu adalah personifikasi orang Sunda.

Sebab, ambu memang bangga menjadi orang Sunda. Yang lebih penting, seburuk apapun perangai yang dipamerkan si Kabayan, toh menantunya ini tetap teramat mencintai Nyi Iteung, anaknya. 

Ambu berarti ibu. Namun harus diakui bahwa para orang tua Sunda sudah jarang yang menggunakan kata ambu sebagai kata panggilan bagi anak-anak mereka.

Gerusan modernisasi menggeser dan menenggelamkan ambu. Yang saat ini familiar di telinga kita adalah sebutan mama, mom, atau mami. Padahal ambu kental dengan identitas kesundaan.

Ambu adalah jatidiri orang Sunda.  Konon, kata ambu berasal dari sosok perempuan penguasa alam tak kasat mata dalam kepercayaan Sunda Buhun. Namanya Sunan Ambu.

Sunan berasal dari kata susuhunan yang berarti seseorang yang dimuliakan. Sedangkan ambu berarti ibu. Jadi, Sunan Ambu adalah sosok ibu yang dimuliakan. Dia adalah ratu ibu.

Ambu tak selalu bermakna ibu atau orang tua yang melahirkan kita. Ambu, bisa berarti pula ibu dalam posisinya sebagai pemimpin, atau orang yang dihormati, mesti tak ada hubungan secara biologis.

Di internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dari mulai pengurus inti sampai kader, terbiasa meng-ibu-kan Megawati, sang ketua umum. Ini sebagai pengejawantahan rasa hormat dan bentuk kepatuhan mereka terhadap pemimpin.   

Di Purwakarta, belakangan ini kata ’ambu’ kerap dilafalkan. Terlebih lagi di kalangan birokrat. Tentu saja ambu yang satu ini bukan mertua si Kabayan. Dia masih energik, anggun, berusia muda, dan belum memiliki menantu.

Panggilan ambu yang disandangnya, semakin menjalar seiring aktifitasnya. Dia menjadi ’boss’ bagi para istri pejabat, dia menjadi ’kakak’ di lingkungan praja muda karana. Dia juga kerap menjadi bintang pada acara senam aerobik.

Aktifitasnya memang padat dan seabrek. Wajah dengan senyumnya yang khas, terpampang di spanduk dan baner di sudut-sudut kota. Di media sosial dia disanjung dan dielukan para pengagumnya. 

Lantas, orang-orang pun menghubungkan tampilnya ambu belakangan ini dengan isu suksesi yang digelar pada 2018 nanti. Konon, ambu sedang mempersiapkan diri (atau dipersiapkan abah?) untuk menjadi calon bupati atau calon wakil bupati.

Jangan dulu bicara soal dengan siapa dia kelak dipasangkan. Jangan pula bicara soal kadar kapabilitas dan kredibilitas. Sebaiknya mari bicara soal elektabilitasnya.

Ya, ambu termasuk orang yang beruntung karena (barangkali) dia mengantongi elektabilitas yang tinggi. Ini setidaknya menurut analisis sejumlah pengamat politik Purwakarta. Bukan hasil survei atau polling.

Elektabilitas ambu terkatrol oleh abah, sang petahana. Dalam konteks Purwakarta, ada adagium bahwa siapa pun pasangan calon bupati dan wakil bupati yang dipersiapkan atau diberi ’mandat’ oleh abah, maka dialah yang akan berhasil mendulang suara.

Maka, beruntunglah ambu dan calon pasangannya kelak. Pasangan calon lain yang menjadi seterunya, dipastikan akan bekerja sedemikian rupa agar bisa mematahkan adagium itu. Mereka akan all out

Persoalannya, sudah sejauh mana para rival itu mempersiapkan diri. Sudah sepintar apa mereka dalam memoles komunikasi politik. Sejauh ini mereka masih tampak tiarap. Jangan-jangan, mereka memang merasa kalah sebelum bertempur. Padahal ambu terus bergerak. Dia terus menyunggingkan senyum ke seantero Purwakarta. Dia mengenyahkan rasa lelah untuk suksesi nanti.***

*Penulis adalah penikmat pers Purwakarta

 

Tentang Purwasuka News

Purwasuka News adalah media informasi terkini dan terupdate Purwasuka yang akurat dan berimbang, menghadirkan informasi seputar Purwasuka, Jabar, Politik, Hukum, Kuliner, Ekbis, Sosok, Hobi, Feature, Opini, Gaya Hidup, Foto, dan lainnya.

Email: purwasukanewscom@yahoo.co.id
Redaksi: Kompleks Asabri C 7 No.3 Bunder, Jatiluhur Purwakarta - Jawa Barat

Facebook

Twitter

PurwasukaNews.com
Aming Diprediksi Bakal Gigit Jari https://t.co/lFc9FgXTRD
PurwasukaNews.com
Deni Ahmad Haidar Belum Tentukan Pilihan, KPUD atau Ansor https://t.co/T3U7zlXTgE
Follow PurwasukaNews.com on Twitter