Mobil Matik itu Simple dan Awet Loh, Nih Buktinya...

Bagikan Berita:

MITOS bahwa menggunakan mobil matic itu ribet dan memerlukan biaya mahal untuk perawatannya, terbantahkan jika anda membaca tulisan ini. Malah bisa jadi, para pecinta otomotif akan bebalik arah, menggunakan mobil matic.

Sebenarnya, mobil matic itu asik. Matic itu simple, kalau tahu menjaga dan merawatnya. Dari segi penggunaannya, mobil matic lebih enak digunakan. Terlebih bagi pengguna jalan di kota besar, yang sudah pasti banyak jalanan macetnya, karena tidak harus pegal menginjak pedal kopling.


“Jika dilakukan dengan benar, biaya untuk perawatan mobil matic jauh lebih murah dibandingkan dengan mobil transmisi manual yang setiap 2 tahun sekali set persneling kopling rata-rata sudah harus diganti. Tapi mobil matic, bisa tahan hingga lebih dari 5 tahun, tergantung dari pemakaian,” ujar Kepla Bengkel PT. Astra International Tbk-Daihatsu Karawang, Achmad Chuzaini, saat berbincang, beberapa hari lalu.

Perilaku salah, memang dapat membuat usia pakai transmisi automatic menjadi lebih singkat. Dan itu, terkadang tidak kita sadari. “Sebenarnya, transmisi pintar ini akan tetap terjaga performanya selama oli transmisi yang mengalir di dalamnya tetap terjaga,” lanjutnya.

Kerusakan transmisi otomatis 85% disebabkan kelalaian mengganti oli, 10% karena kesalahan pengoperasian dan 5% akibat umur pemakaian. Namun perlakuan yang salah terhadap transmisi ini juga bisa mengakibatkan masalah. Walau tidak fatal, kelalaian-kelalaian kecil ini menjadi awal dari kerusakan transmisi pintar itu secara keseluruhan.

Untuk itu, pengguna mobil matic harus lebih rajin memperhatikan kendaraannya. Sebab, mobil matic memiliki sistem transmisi serba otomatis, dan hal ini tentu saja memerlukan perawatan ekstra. Cara menggunakan transmisi pun ikut memengaruhi usia keawetannya.

“Kadang pengendara mobil matic terbuai dengan kemudahan yang diberikannya. Termasuk ketika berhenti lama di tengah kemacetan atau saat lampu merah. Kondisi ini membuat transmisi bekerja ekstra, karena harus bekerja disaat suplai udara segar terbatas. Sebaiknya pindahkan posisi tuas ke N (Netral), ketika sedang berhenti dengan rentang waktu lebih dari 60 detik. Hal ini bertujuan agar pelumas di transmisi tidak meningkat drastis ketika menghadapi kondisi seperti itu,” jelasnya.

Pengecekan awal, lazimnya dimulai dari memeriksa kualitas minyak transmisi otomatis dan kebocoran packing-packingnya. Kendaraan mengharuskan minyak selalu dalam volume yang normal, oleh karena itu mengganti oli harus dilakukan jika sudah waktunya.

Kekurangan pelumas dapat menimbulkan kerusakan. Kualitas minyak transmisi otomatis bisa bertahan sekitar 20.000 km, bila dipergunakan sesuai aturan dan tidak terjadi kebocoran. Bak penampung minyak juga harus diperhatikan. Letaknya yang berada di bawah bagian mobil, sangat rentan dari kemungkinan tersenggol polisi tidur atau batu. Hal ini dapat menyebabkan kebocoran cairan. Kebocoran tersebut dapat menghentikan mekanisme kerja transmisi otomatis. Penyebab keausan pada komponen transmisi otomatis juga harus diperhatikan. Biasanya terjadi apabila salah memilih posisi tuas perseneling.

Seorang Service Advisor PT. Astra International Tbk-Daihatsu Karawang, Mulyadi mengatakan, untuk menjaga keawetan mobil matic, pengemudi harus mengetahui kegunaan masing-masing posisi tuas perseneling. Perangkat kanvas juga penting diperhatikan. “Salah apabila ada pemahaman mobil matic tidak menggunakan kopling dengan kanvasnya. Padahal jumlah kanvasnya bisa lebih banyak dibanding mobil manual. Kanvas kopling tersebut, akan saling bergesekan pada saat persneling bekerja menggerakkan mobil. Dari gesekan tersebut, timbul serpihan serbuk halus,” terangnya.

Makin tua umur oli, makin berkurang viskositas atau kekentalannya. Jika gesekan makin keras, maka makin banyak serpihan yang dihasilkan. Lama kelamaan serbuk dapat menyumbat filter oli sehingga oli tak bersirkulasi sempurna. Kanvas kopling pun saling bergesekan langsung tanpa dilumasi oli. Gejala kerusakan transmisi matic bisa dirasakan dari slip kopling. Indikasinya terjadi ketidak seimbangan putaran mesin dengan laju mobil.

Mesin sudah meraung diputaran tinggi, tetapi mobil berjalan dengan laju yang tidak seimbang dengan deru suara mesin. Perpindahan gigi persneling juga menghentak, kurang halus seperti biasa. Ini bisa dicek dengan memasukkan persneling ke posisi D atau R, lalu rem dilepas. Dalam kondisi sehat, mobil langsung bergerak. Bila tidak, patut dicurigai ada masalah ditransmisi matic.

“Salah satu kesulitan menggunakan mobil otomatis, apabila kendaraan mogok dan harus didorong. Posisi roda mobil yang digerakkan transmisi tersebut harus diangkat. Pada sistem matic, putaran mesin dipindahkan untuk memutar roda melalui minyak yang disemprotkan ke setiap gigi percepatan,” ucap Mulyadi.

Sedangkan bila ditarik, yang terjadi adalah proses kebalikannya. Putaran roda akan menghasilkan tekanan kepada katup selenoid yang tertutup karena mesin tidak dihidupkan. Yang rusak biasanya seal. Bila sudah parah, pompa minyak transmisi tersebut yang akan rusak. (bh)

 

 

Tentang Purwasuka News

Purwasuka News adalah media informasi terkini dan terupdate Purwasuka yang akurat dan berimbang, menghadirkan informasi seputar Purwasuka, Jabar, Politik, Hukum, Kuliner, Ekbis, Sosok, Hobi, Feature, Opini, Gaya Hidup, Foto, dan lainnya.

Email: purwasukanewscom@yahoo.co.id
Redaksi: Kompleks Asabri C 7 No.3 Bunder, Jatiluhur Purwakarta - Jawa Barat

Facebook

Twitter

PurwasukaNews.com
Aming Diprediksi Bakal Gigit Jari https://t.co/lFc9FgXTRD
PurwasukaNews.com
Deni Ahmad Haidar Belum Tentukan Pilihan, KPUD atau Ansor https://t.co/T3U7zlXTgE
Follow PurwasukaNews.com on Twitter