Memuliakan Demokrasi

Bagikan Berita:

Siang bolong, Sabtu, 25 November 2017 di halaman kantor KPUD Purwakarta. Sejumlah pemuda berseragam kaos LSM Komando Penegak Keadilan (Kompak) menenteng sapu. Di bawah instruksi Ade Suhada, sang Sekjen, mereka menyebar dan membersihkan sampah yang berserakan. Tanpa terlihat risih atau malu.

HALAMAN kantor KPUD mulai lengang. Padahal beberapa jam sebelumnya disesaki massa. Yang masih tampak hanya sejumlah personel polisi dan wartawan.  

Pasangan Zaenal Arifin dan Luthfi Bamala baru saja beranjak meninggalkan kantor KPUD. Sebelum berangkat, Zaenal sempat menyeka keringat yang lumer di dahi kirinya. Dia terlibat obrolan ringan dengan sejumlah orang yang berada di sekitarnya. Tak jauh dari Zaenal berdiri, Luthfi Bamala tampak mengatur nafas.

Kedua tokoh ini baru saja menyerahkan lebih dari 50 ribu surat dukungan. Tak tampak raut lelah menyembul dari kedua tokoh itu. Ya, pesta politik Pilkada Purwakarta 2018 diawali oleh pasangan bakal calon bupati/wakil bupati Zaenal Arifin-Luthfi Bamala.

Saat para bakal calon lainnya sibuk memantaskan diri agar dipinang partai politik, Zaenal-Luthfi memilih menjadi kontestan Pilkada Purwakarta melalui jalur perseorangan.

Zalu, demikian nama pasangan ini disingkat, membawa serta ribuan simpatisannya ketika menyerahkan surat dukungan kepada KPUD. Prosesi diawali di Masjid Agung, sebelum akhirnya Zalu dan massa simpatisan bergerak ke kantor KPUD.

Lajur jalan di beberapa titik tampak tersendat. Para pedagang dadakan di depan kantor KPUD di Jalan Flamboyan bersukacita karena dagangannya laris manis. Sejumlah simpatisan dengan seragam kaos hitam meneriakkan yel-yel bernada dukungan kepada Zalu. Ada kemeriahan di siang itu.

Di Kantor KPUD, Zalu menyerahkan 18 bok berisi lebih dari 50.429 berkas dukungan. “Langkah politik saya memilih jalur independen semoga menjadi awal keberkahan seluruh masyarakat Purwakarta. Kami akan memuliakan proses demokrasi di Purwakarta,” kata Zaenal Arifin, bakal calon bupati.

Luthfi Bamala, bakal calon wakil bupati, akhirnya memang ‘berjodoh’ dengan Zaenal Arifin. Sebelum memilih jalur perseorangan (independen), Ketua LSM Kompak ini sempat mendaftar ke sejumlah partai politik.

“Ada saatnya di mana saya harus menentukan sikap,” kata Luthfi yang juga tercatat sebagai kader Partai Golkar ini. Sepertinya Luthfi baru saja berlabuh nyaman dan menemukan pegangan, setelah beberapa lama terombang-ambing untuk berusaha menaiki perahu tak bertuan.

Dan perahu itu hingga kini belum bertuan. Padahal belasan penumpang berebut ingin menaikinya. Laju perahu masih tersendat. Kadang terhenti, oleng, maju lagi perlahan, kemudian berputar mengikuti arah angin.

Pada situasi seperti itu, Zaenal Arifin-Luthfi Bamala resmi berpasangan menuju Pilkada Purwakarta sejak 10 November lalu. Saat itu, Luthfi menyisihkan tiga nama lainnya, yakni Ucok Ujang Wardi, Tatang Mahyudin, dan Mas Kudri.

Pengukuhan pasangan Zalu disaksikan sekitar 50 orang pendukung Zaenal Arifin di Pondok Pesantren Al Islam, Jalan Ahmad Yani. Sebelum menentukan pilihannya menjadi pasangan Zaenal, Luthfi mengaku sudah berkomunikasi secara intens dengan partai-partai politik.

“Namun parpol belum juga mempunyai kejelasan. Padahal saya sudah membuka ruang. Nah, pada saat-saat menunggu ini, Kang Ipin (Zaenal Arifin) mengajak saya. Maka tak elok kalau saya menolak pinangan. Terlebih saya tahu Kang Ipin memiliki kompetensi untuk menjadi seorang pemimpin,” kata Luthfi, saat itu.

Setelah mendeklarasikan diri, Zalu mulai membuktikan eksistensinya secara masif. Pembuktian itu salah satunya diperlihatkan dengan penyertaan massa saat pasangan ini menyerahkan surat dukungan ke KPUD.

Beberapa hari setelah pasangan Zalu dideklarasikan, memang sempat terdengar nada sumbang. Rumor adanya penarikan dukungan terhadap Zaenal Arifin merebak. Para pendukung Zaenal konon merasa kecewa karena Zaenal memilih Luthfi sebagai pasangannya.

Tak jelas alasan mengapa mereka menolak Luthfi. Ada selentingan, karena Luthfi berlatar belakang sebuah LSM. Secara umum, banyak pihak yang masih mengidentikkan LSM dengan ulah premanisme. Namun sebelum rumor berkembang, Sekjen Kompak Ade Suhada sudah memberi pencerahan. “Kompak adalah LSM dengan paradigma baru,” katanya.  

 “Kami memiliki semboyan Kompak adalah organisasi mandiri dan bermartabat. Dan itu harus diimplementasikan oleh semua anggota,” imbuh Ade.

Nyatanya, di bawah kepemimpinan Luthfi Bamala, LSM ini mampu menyedot simpatik. Tercatat sekitar 7.000 orang yang tersebar di kecamatan-kecamatan, bergabung dengan Kompak.

Kekhawatiran adanya penarikan dukungan dari para simpatisan Zaenal Arifin, tak terbukti. Yang tampak, ribuan orang menghantar Zalu ke Kantor KPUD, di bawah sengatan matahari yang memanasi ubun-ubun. Dan, pemuda dengan berseragam kaos Kompak pun melakukan aksi bersih-bersih dengan sapu lidi di genggamannya.(bes)   

 

Tentang Purwasuka News

Purwasuka News adalah media informasi terkini dan terupdate Purwasuka yang akurat dan berimbang, menghadirkan informasi seputar Purwasuka, Jabar, Politik, Hukum, Kuliner, Ekbis, Sosok, Hobi, Feature, Opini, Gaya Hidup, Foto, dan lainnya.

Email: purwasukanewscom@yahoo.co.id
Redaksi: Kompleks Asabri C 7 No.3 Bunder, Jatiluhur Purwakarta - Jawa Barat

Facebook

Twitter

PurwasukaNews.com
Aming Diprediksi Bakal Gigit Jari https://t.co/lFc9FgXTRD
PurwasukaNews.com
Deni Ahmad Haidar Belum Tentukan Pilihan, KPUD atau Ansor https://t.co/T3U7zlXTgE
Follow PurwasukaNews.com on Twitter