Catatan Kecil Imbas Telatnya Dana Siltap

Bagikan Berita:

JANGAN tanyakan soal pengabdian Herman. Sebagai seorang Ketua RT, dipastikan keseharian dia disibukkan oleh kepentingan warga di lingkungannya.  Lelaki kelahiran tahun 1962 ini bangga menjadi seorang aparat. Keikhlasan Herman patut diacungi jempol kendati honor penghasilan tetap (siltap) yang menjadi haknya masih terkatung - katung. 

Dengan lugas Herman mengajak purwasukanews melihat kondisi rumahnya di Kampung Genggereng, Desa Salem, Kecamatan Pondoksalam, Purwakarta, Sabtu (16/9) siang.  Warga sekitar sudah teramat familiar dengan sosoknya karena Herman menjadi Ketua RT 11 RW 05 sejak delapan tahun silam. 

Untuk menghidupi istri dan tiga orang anaknya, Herman sejak lama menggeluti profesi sebagai tukang bangunan. Bersyukur, keahliannnya itu sering diperlukan warga,  "Alhamdulillah, " tutur Herman. Rasa syukur Herman semakin menguat manakala pemerintah mengeluarkan kebijakan memberikan honor bagi aparat RT sepertinya. 

Sayangnya,  honor yang menjadi haknya itu sering terlambat diterima hingga berbulan-bulan. Dan dia mulai merasakan akan pentingnya honor tersebut ketika ada hal urgen yang memerlukan dana. "Saya perlu dana untuk perbaikan rumah, " katanya. 

Maka wajar ketika dia menggantungkan harap terhadap pencairan honornya. Faktanya dia belum menerima honornya itu,  "Honor untuk dua bulan belum saya terima, " terangnya. Oya, Herman memperoleh honor sebagai ketua RT Rp 500 ribu per Bulan. Ini berarti haknya sebanyak Rp 1 juta masih menggantung. 

Padahal uang sebesar itu sangat berarti baginya. Uang sebesar itu bisa untuk mencicil perbaikan rumah. Idealnya, perlu dana sekitar Rp 10 juta untuk membangun pondasi agar rumah Herman tak tergerus longsor. Ya, persis di bagian belakang rumah, memang kondisi tanahnya menurun sangat tajam. Orang Sunda menyebutnya sebagai gawir. 

Tadinya hati Herman berbunga-bunga saat rumahnya sudah disurvei. Saat itu, konon dia akan mendapatkan bantuan perbaikan dari program Rutilahu alias rumah tidak layak huni. Namun rencana tinggal rencana. Hingga saat ini dia tak memperoleh kejelasan. "Sudah beberapa kali rumah saya diukur. Tapi, ya cuma diukur, tak ada kabar lagi, " keluh lelaki jebolan kelas empat SD ini. 

Kini Herman tak mau lagi terlalu berharap. Dia mengaku pasrah, "Sebab, semakin saya berharap, justeru akan semakin kecewa. Biarlah. Kalau uang honor cair, akan saya terima. Kalau tidak cair, ya sudahlah. Termasuk adanya janji akan mendapatkan program Rutilahu. Jadi syukur, tak jadi tak apa-apa. Toh dulu juga memang tak ada honor kok, " tuturnya. 

Ada pesan yang ingin dia sampaikan kepada pemerintah daerah setempat. Herman ingin para petinggi di Pemkab Purwakarta ingat atas nasib orang-orang kecil seperti dirinya. Dia berharap pemkab memperhatikan dan mau mendengar keluhan warga. 

Herman masih beruntung karena kebetulan salah satu tetangganya adalah seorang tokoh, yakni Deddy Effendi. Diakui Herman, untuk memperbaiki rumahnya, dia mendapatkan bantuan dari Deddy,  "Betul, Pak Deddy turut membantu memberikan dana, "terangnya. 

Dimintai tanggapannya soal masalah yang tengah dihadapi Herman, Deddy mengakui bahwa dirinya turut membantu memberikan bantuan dana. "Terus terang saya merasa khawatir dengan adanya fakta bahwa uang honor untuk para aparat desa terlambat dibayarkan, " kata Deddy. 

Imbasnya, kata dia, seperti yang dialami Herman. "Perhatian kepada aparat saja seperti ini, apalagi perhatian kepada masyarakat umum, " tandas  Deddy. Soal banyaknya warga yang bernasib seperti Herman, Deddy mengatakan bahwa ternyata di Purwakarta  masih banyak herman-herman yang lain. (bes) 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang Purwasuka News

Purwasuka News adalah media informasi terkini dan terupdate Purwasuka yang akurat dan berimbang, menghadirkan informasi seputar Purwasuka, Jabar, Politik, Hukum, Kuliner, Ekbis, Sosok, Hobi, Feature, Opini, Gaya Hidup, Foto, dan lainnya.

Email: purwasukanewscom@yahoo.co.id
Redaksi: Kompleks Asabri C 7 No.3 Bunder, Jatiluhur Purwakarta - Jawa Barat

Facebook

Twitter

PurwasukaNews.com
Aming Diprediksi Bakal Gigit Jari https://t.co/lFc9FgXTRD
PurwasukaNews.com
Deni Ahmad Haidar Belum Tentukan Pilihan, KPUD atau Ansor https://t.co/T3U7zlXTgE
Follow PurwasukaNews.com on Twitter