Lewat Tangan Mak Amah, Banyak Terlahir Manusia Baru

Bagikan Berita:

SAMBANGI rumahnya, dan coba ajak Mak Amah mengobrol. Lidah nenek berusia sekitar 110 tahun ini masih fasih mengucapkan kata-kata. Pendengarannya pun masih normal. Juga penglihatannya. Pendeknya, kita tidak merasa sedang mengobrol dengan seorang yang telah uzur.

Sayangnya, sejak dua tahun ke belakang Mak Amah hanya bisa berbaring. Kedua kakinya terlipat tanpa bisa digerakkan. Entah penyakit apa yang mendera perempuan yang dulu berprofesi sebagai paraji ini. Dia belum pernah diperiksa dokter karena ketiadaan biaya.

“Mak Amah pengen sembuh, tapi kami belum pernah membawanya ke dokter. Maklumlah, kami tak punya uang untuk membawanya berobat,” kata Iroh (65), salah satu anak Mak Amah saat disambangi di rumah Mak Amah, di Kampung Sukamaju RT 5/7 Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta.

Dulu ketika masih bisa berjalan, Mak Amah kerap berkeliling kampung. Jasanya sangat dibutuhkan oleh wanita yang hendak melahirkan. Di Kampung Sukamaju yang lokasinya persis di belakang Perumahan Griya Asri ini, nama Mak Amah sudah tak lagi asing.

Untuk urusan membantu persalinan, kemampuan Mak Amah tak boleh dipandang sebelah mata. Dia sudah memiliki sertifikat dan sudah diakui oleh para bidan.

Selain menjadi paraji, perempuan yang memiliki lebih dari 50 orang cucu ini juga merupakan tukang pijat yang handal. Banyak warga yang datang ke rumahnya untuk dipijat jika keseleo, atau sekadar untuk menyegarkan raga.

Saat Iroh ditanya soal berapa tepatnya usia Mak Amah, dia tampak kebingungan. “Persisnya saya tak tahu tahun berapa Mak dilahirkan. Usianya antara 110-120 tahun,” terang Iroh.

Menurut Iroh, Mak Amah diberi umur panjang karena sepanjang hidupnya dia jalani dengan pengabdian. “Banyak warga yang pernah terbantu, mendoakan agar Mak Amah berumur panjang. Dan doa mereka dikabulkan Allah,” imbuh Iroh.

“Saat ini, kami sekeluarga minta doa agar Mak Amah pulih, agar dia bisa kembali beraktifitas menolong wanita-wanita yang hendak melahirkan dan memijat anak-anak yang keseleo,” imbuh Iroh.

Menjalani hidup sepanjang itu, Mak Amah dikaruniai tujuh orang anak, sekitar 50 cucu, lima buyut, dan tiga bao (anak dari cucu). Abah Data, suami Mak Amah, meninggal dunia pada 2003 silam.  

Tapi Mak Amah tak kesepian. Sebab sehari-hari dia diurus oleh dua anaknya, Iroh dan Iming (60), dan dibantu dengan beberapa cucunya. Maka, di rumah panggung itu selalu ada aktifitas, kendati Mak Amah hanya mampu terbaring di tengah rumah.

Menjelang Lebaran kemarin, banyak warga yang menyambangi rumah panggung Mak Amah untuk memberi zakat fitrah. Warga tak akan bisa melupakan jasa Mak Amah. Sebab lewat tangan cekatan Mak Amah, banyak terlahir manusia baru.(bes)

 

    

Tentang Purwasuka News

Purwasuka News adalah media informasi terkini dan terupdate Purwasuka yang akurat dan berimbang, menghadirkan informasi seputar Purwasuka, Jabar, Politik, Hukum, Kuliner, Ekbis, Sosok, Hobi, Feature, Opini, Gaya Hidup, Foto, dan lainnya.

Email: purwasukanewscom@yahoo.co.id
Redaksi: Kompleks Asabri C 7 No.3 Bunder, Jatiluhur Purwakarta - Jawa Barat

Facebook

Twitter

PurwasukaNews.com
Aming Diprediksi Bakal Gigit Jari https://t.co/lFc9FgXTRD
PurwasukaNews.com
Deni Ahmad Haidar Belum Tentukan Pilihan, KPUD atau Ansor https://t.co/T3U7zlXTgE
Follow PurwasukaNews.com on Twitter