Ini Kisah Pak Guru Tiran, Motor Kreditan, dan Rumah Kumuh

Bagikan Berita:

HONORNYA cuma Rp 500 ribu per bulan. Tapi lihat, kegigihan Pak Tiran tak pernah surut. Menjadi guru sejak 2007, merupakan kebanggaan tersendiri bagi lelaki berusia 39 tahun ini. Padahal, statusnya hingga saat ini adalah Guru Tidak Tetap (GTT).

Kegigihan Pak Tiran mengajar di SD Negeri Cisaat, tak pernah terganggu dengan kondisi ekonominya yang morat marit. Lelaki bertitel sarjana pendidikan ini terus menjejali anak-anak didiknya dengan ilmu.

Bahwa kondisi ekonomi Pak Tiran morat marit, adalah fakta yang tak terbantahkan. Ayah satu puteri ini kini menempati sebuah rumah kumuh di Kampung/Desa Cijunti RT 9/3, Kecamatan Campaka, Purwakarta. Itu rumah miliknya? Ternyata bukan. Rumah itu milik saudaranya yang kini bekerja di Arab Saudi.

Dalam waktu dekat, saudaranya hendak pulang kampung. Mau tak mau, Pak Tiran harus hengkang dari rumah itu. Wajar jika dia kelimpungan. Mesti ke mana dia mengajak Iroh (istrinya) dan Rahayu Auliana (puterinya) berteduh? Dengan honor Rp 500 ribu, mana berani Pak Tiran bermimpi memiliki rumah.

Jangankan untuk memiliki rumah, sepeda motor hasil kreditan pun disita perusahaan leasing karena telat membayar cicilan. Padahal motor itu digunakan Pak Tiran untuk pergi dan pulang dari sekolah yang jaraknya 2 KM dari rumah.

Pengabdian tak pernah berakhir mubazir. Pengabdian membuahkan rasa tulus dan simpatik. Dan rasa simpatik itu mengalir deras ke Pak Tiran, dari rekan-rekan sesama guru yang tergabung dalam PGRI Cabang Campaka.

Simpatik mereka tak melulu diejawantahkan melalui kata-kata, tetapi bantuan materi. Ya, Pak Tiran bersyukur bukan kepalang ketika rekan-rekannya berinisiatif patungan untuk mendirikan sebuah rumah sederhana.

Rumah itu dibangun di tanah milik adik Pak Tiran. Ukurannya 6 X 8 Meter. Sederhana memang. Bentuknya tak ubahnya seperti rumah petak pada umumnya. Tapi bangunan sederhana itu jauh lebih layak daripada rumah yang ditempati Pak Tiran sekarang.

Saat ini, rumah dari hasil dana patungan PGRI itu masih dalam pengerjaan. Sudah 80 persen dan sebentar lagi kelar. Uang patungan yang masuk mencapai Rp 25 juta. Untuk meminimalir pengeluaran, pengerjaannya tak melibatkan tukang. Semua dikerjakan rekan-rekan Pak Tiran sesama guru. Sebuah rasa solidaritas yang mengharu biru.

Saat purwasukanews berkunjung ke rumah baru, Selasa (9/5), tampak Agus Komar, Ketua K3S Campaka sedang mengaduk campuran pasir dan semen. Badan Agus yang juga merupakan Kepala Sekolah SD Negeri Cijaya ini, dipenuhi peluh. Tapi dia terus mengaduk dengan menggunakan cangkul.

Setiap hari dia dan sejumlah rekannya terus bekerja hingga rumah Pak Tiran berdiri. “Alhamdulillah, sudah hampir selesai,” katanya sumringah. Bagi mereka, membantu Pak Tiran merupakan panggilan hati.

Mereka ikut berduka apabila salah satu anggota PGRI dalam kedukaan. Sebaliknya, mereka turut bersukacita apabila anggotanya juga bersukacita.
Kabar kekompakan dan rasa solidaritas PGRI Cabang Campaka sampai ke telinga Deddy Efendi, mantan Ketua PGRI Purwakarta. Deddy tak tinggal diam. Deddy mengaku tak nyaman ketika mendengar ada seorang GTT yang bernasib miris seperti Pak Tiran.

Sebagai seorang yang di jiwanya mengalir darah pendidikan, Deddy pun bereaksi. “Ternyata masih ada kondisi guru seperti ini di Purwakarta. Ini sangat kontradiktif dengan kondisi gencarnya pembangunan infrastruktur di kabupaten ini,” tandas Deddy.

Deddy mengaku terharu dengan kekompakkan yang ditunjukkan PGRI Campaka, “Inilah PGRI. Semua merasa sakit jika ada satu orang yang sakit. Dan semua senang apabila ada satu orang yang senang. Inilah indahnya kebersamaan,” tuturnya.(bes)  


Tentang Purwasuka News

Purwasuka News adalah media informasi terkini dan terupdate Purwasuka yang akurat dan berimbang, menghadirkan informasi seputar Purwasuka, Jabar, Politik, Hukum, Kuliner, Ekbis, Sosok, Hobi, Feature, Opini, Gaya Hidup, Foto, dan lainnya.

Email: purwasukanewscom@yahoo.co.id
Redaksi: Kompleks Asabri C 7 No.3 Bunder, Jatiluhur Purwakarta - Jawa Barat

Facebook

Twitter

PurwasukaNews.com
Aming Diprediksi Bakal Gigit Jari https://t.co/lFc9FgXTRD
PurwasukaNews.com
Deni Ahmad Haidar Belum Tentukan Pilihan, KPUD atau Ansor https://t.co/T3U7zlXTgE
Follow PurwasukaNews.com on Twitter